DesaLinks.id – Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan menginstruksikan penerapan kembali kebijakan wfh (Work From Home) atau bekerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan imbauan serupa untuk sektor swasta. Langkah berani ini diambil sebagai strategi nasional untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah gejolak harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna terbaru, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus mengambil langkah preventif atau critical measures guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Beliau merefleksikan keberhasilan Indonesia saat melewati masa pandemi COVID-19, di mana sistem kerja jarak jauh terbukti mampu menciptakan efisiensi yang signifikan.
Alasan Utama WFH: Efisiensi Energi dan Penghematan BBM
“Kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita mampu, dulu saat COVID kita berhasil bekerja dari rumah dan itu menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” tegas Presiden Prabowo.
Kebijakan ini bukan sekadar upaya mengurangi kemacetan, melainkan misi penyelamatan anggaran negara. Dengan berkurangnya mobilitas kendaraan dinas maupun pribadi para pegawai ke kantor, pemerintah memproyeksikan penghematan energi nasional hingga 20 persen atau setara dengan satu perlima dari total konsumsi harian.
Presiden juga menyoroti langkah negara lain seperti Pakistan yang telah memangkas hari kerja dan memindahkan layanan pendidikan ke sistem daring demi menghadapi krisis energi global. Bagi Prabowo, menjaga ketahanan energi adalah harga mati agar anggaran subsidi tetap tepat sasaran.
Skema WFH Satu Hari Sepekan Pasca Lebaran 2026
Menindaklanjuti arahan Presiden, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini akan mulai didetailkan dan diterapkan secara efektif pasca Lebaran 2026. Skema yang disetujui saat ini adalah model fleksibilitas kerja 1:5, yakni satu hari WFH dalam lima hari kerja seminggu.
“Nanti kita lihat situasinya, baik harga minyak maupun situasi global. WFH satu hari sepekan ini diharapkan bisa menyeimbangkan antara produktivitas dan efisiensi energi,” ujar Airlangga.

Meski begitu, kebijakan ini dipastikan tidak akan mengganggu sektor pelayanan publik yang bersifat langsung. Para petugas medis, keamanan, dan layanan darurat tetap bertugas sebagaimana mestinya untuk memastikan fungsi negara berjalan optimal.
Respon Cepat Pemerintah Daerah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapan penuh untuk mengikuti instruksi pusat. Sebagai jantung pemerintahan, Jakarta menjadi titik krusial dalam penghematan BBM. Jika kebijakan ini berjalan serentak, Jakarta diprediksi akan mengalami penurunan volume kendaraan yang signifikan, sekaligus memperbaiki kualitas udara ibu kota yang kerap memburuk akibat polusi transportasi.
DesaLinks.id: Solusi Digital Pendukung Kebijakan WFH
Implementasi kebijakan WFH di level pemerintahan tentu membutuhkan infrastruktur digital yang mumpuni agar pelayanan tidak lumpuh. Di sinilah pentingnya transformasi digital hingga ke tingkat desa.
Sebagai platform yang fokus pada digitalisasi desa, DesaLinks.id hadir sebagai jawaban atas tantangan kerja jarak jauh. Melalui pengembangan aplikasi administrasi digital seperti sistem E-SPPT dan manajemen data kesehatan digital-tugas-tugas administratif yang selama ini mengharuskan perangkat desa hadir secara fisik kini mulai bisa dikelola secara daring.
Meskipun sistem integrasi penuh sedang dalam tahap pengembangan, visi DesaLinks.id selaras dengan instruksi Presiden Prabowo: menciptakan efisiensi melalui teknologi. Dengan sistem yang terdigitalisasi, seorang perangkat desa tetap bisa melayani warga tanpa harus mobilitas tinggi, sehingga penghematan BBM bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata dari tingkat terbawah pemerintahan.
Tidak mudah memang, namun semua butuh membiasakan diri untuk bekerja secara efisien. Menggunakan sistem yang terdigitalisasi artinya memotong alur beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan petugas. Sistem akan menggantikanya dan petugas tidak perlu repot-repot mengerjakanya. Begitu juga dengan klien yang dilayani juga akan semakin cepat mendapat pelayanan karena alur kerja semakin cepat. Hal ini tentunya akan berdampak pada tingkat kepuasan masyarakat yang semakin meningkat. Mari beralih ke era digital, 2029 semua target ditalisasi desa semoga bisa terwujud.
Era kerja masa depan adalah era digital. Kebijakan WFH Presiden Prabowo adalah momentum bagi seluruh instansi, termasuk pemerintahan desa, untuk segera beralih ke solusi cerdas berbasis aplikasi demi Indonesia yang lebih mandiri energi.